Ikatan Tanpa Tali
/1/
Kembali
ditatapnya langit itu
Dimana
hanya dihiasi sebuah bulan sabit dan satu bintang disisinya
Terpejamlah
matanya yang sendu
Mencoba
menahan hati yang buncah oleh sebuah rindu
Ya,
5 tahun sudah rasa itu dipendam
Disimpan
dalam sebuah kotak indah di salah satu sisi hati
Sisi
hati yang masih sama warnanya
Biru
oleh kenangan
Sebut
saja Anissa, nama yang berarti perempuan
Nama
yang begitu elok
Terlahir
dari keluarga muslim sederhana
Sehari
sebelum perayaan Natal bagi kaum Nasrani
Terlintas
di benaknya kenangan masa lalu
Masa
dimana bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari
Saat
itu ia masih duduk di bangku SMP
Ketika
mulai berkenalan dengan yang dinamakan cinta
Ya,
mereka menyebutnya cinta
Siapa
yang tak tahu dengan kata yang satu ini?
Tak
asing di telinga
Setiap
orang tentu pernah merasakannya
Tak
terasa tetes demi tetes air mengalir dari pelupuk matanya
Teringat
akan sosok yang terasa begitu menyatu dengan jiwanya
Dimanapun
Anissa berada, sosok itu terasa dekat
Selalu
disisinya, menjaganya
/2/
Ketika
itu terhitung 14 tahun umurnya
Masa
remaja yang biasanya dihabiskan dengan bersenang-senang
Namun
tidak dengannya
Yang
harus menanggung beban berat di pundaknya karena perceraian orang tuanya
Hari
itu Anissa tak pernah menyangka
Telinganya
akan menangkap sesuatu yang asing
Di
tengah senyapnya tengah malam
Adu
mulut yang hebat berasal dari kamar orang tuanya
Terbangun
ia dari tidurnya
Lalu
seketika mendengar kegaduhan yang entah apa intinya
Seketika
itu pula terasa ada yang menusuk hatinya
Seraya
berucap relung hatinya
Apa yang sebenarnya terjadi pada orang
tuaku?
Kembali
Anissa mencoba mengatur emosinya
Susah
payah ia mencoba kembali untuk terlelap
Di
tengah sayup-sayup terdengar pertengkaran itu
Dipaksa
matanya untuk terpejam
Dipaksa
telinganya untuk tuli sejenak
Anissa
kembali terlelap
Tapi
apalah daya, memori masih menyimpan semua
Masih
terasa sesak hatinya
Duri
yang menusuk itu belum bisa dicabut
Kejadian
itu menciptakan pandangan yang lain
Yang
tanpa sadar melahirkan atmosfer yang berbeda
Keluarga
Anissa tampak biasa saja pagi itu
Tetapi
Anissa merasakan hal yang sebaliknya
Ayah dan Ibuku sedang berakting
dihadapanku
Malam
itu bukanlah keributan terakhir
Keributan
itu terus berlanjut dari malam ke malam
Membuat
Anissa terbiasa terbangun di jam yang sama
Dan kembali
mendengar hal yang tak ingin ia dengar
/3/
Semakin
hari semakin panas hati Anissa
Semakin
banyak pula duri yang menghujam hatinya
Beribu
pertanyaan menghujani benaknya
Apa yang sebenarnya terjadi pada orang
tuaku?
Mengapa setiap malam harus ku dengar
keributan itu?
Apa yang mereka permasalahkan?
Siapa yang salah dan siapa yang benar?
Apakah hanya aku yang mendengar
kegaduhan ini?
Hatinya
menangis
Tidak,
bukan hanya hatinya
Jiwanya
pun ikut menangis
Basah
pipinya berurai air mata
Dalam
gelap kamarnya
Tanpa
suara
Tak
ada seorangpun tahu
Adzan
Subuh berkumandang
Anissa
terbangun dari tidurnya
Hatinya
masih terasa sesak
Ia
bangun sesegera mungkin
Membasuh
wajah agar hilang sembap di matanya
Agar
tak ada yang tahu
Lalu
diambilnya air wudhlu
Anissa
mengadu dalam do’anya
Meminta
jawaban dari Tuhan tentang apa yang terjadi
Berharap
ini akan baik-baik saja
Dan
mencoba meyakinkan diri
Ya, keluargaku akan baik-baik saja
/4/
Layaknya
perahu di tengah badai
Terombang-ambing
tanpa arah
Menahan
goncangan yang begitu dahsyat
Di
atas perahu yang rapuh dengan layar yang telah rusak
Sekian
lama Anissa menyimpan itu semua
Namun
sudah, ia tak kuasa lagi
Ia
butuh seseorang untuk membagi kisahnya
Seseorang
yang bisa meredam kesakitannya
Dan
datanglah seseorang itu
Seorang
lelaki bernama Rayhan
Teman
satu sekolah Anissa yang baru ia kenal
Tak
disangka semakin dekat hubungan ini
Yang
berawal dari pertemanan biasa menjadi persahabatan yang begitu akrab
Layaknya
kakak beradik
Dimana
kakaknya berada, adiknya ada
Dimana
adiknya berada, kakaknya tahu
Dan
perlahan Rayhan tahu apa yang sedang terjadi dengan orang tua Anissa
Anissa
menceritakan semuanya
Melepas
beban yang selama ini dipikulnya sendiri
Beban
mental
Rayhan
terhenyak sejenak
Apa
yang diduganya selama ini benar
Ada
sesuatu yang disimpan Anissa selama ini
Air
mata Anissa pun menetes perlahan
Rayhan
mengusap air matanya
Memberikan
senyum kekuatan
Memberikan
kata yang melegakan
Seketika
Anissa tersanjung
Merasa
ada yang bersedia menjaga dirinya
/5/
Hari
demi hari berlalu
Menuliskan
kisah diantara Anissa dan Rayhan
Semua
mereka lalui bersama
Ya,
rasa bahagia
Itulah
yang kini tengah mereka rasakan
Di
tengah kisruhnya cerita keluarga Anissa
Di
tengah dirasakannya kehangatan dalam keluarga Rayhan
Ada
hikmah dibalik setiap kejadian
Itulah
yanng dipikirkan Anissa saat ini
Di
tengah guncangan mental yang tengah di peranginya
Tuhan
mengirimkannya seseorang yang dapat membantunya memerangi guncangan itu
Hingga
hal yang tak terduga pun terjadi
Perceraian
orang tua Anissa
Terjadi
di saat hatinya sedang baik-baik saja
Ketika
hatinya mulai berhenti menjerit
Ketika
sinar mulai menyusup relungnya
Semua
seperti ditarik kembali ke dalam lubang hitam itu
Tertatih,
terjatuh, petir tiba-tiba menggelegar
Sebuah
belati tiba-tiba menyayat hatinya
Kedua
orang tuanya hendak berpisah
Namun
apa daya, ia memaksa untuk menutup segala kepedihannya
Membiarkan
kedua orang tuanya berpisah
Demi
kebahagiaan ibunya
Yang
setiap hari menangis
Yang
setiap hari mencoba membangun puing-puing hati
Yang
setiap hari mencoba tegar demi anak-anaknya
Mengapa semua ini terjadi padaku?
Sejuta
tanya kembali menghujani relungnya
Betapa
hancur hatinya melihat itu semua
Hanya
air mata yang mampu mengungkapkan kepedihannya
Mencari
kekuatan dengan do’a
Mencoba
kuat dihadapan semua orang
Seakan
tidak terjadi apa-apa
Kedua
orang tuanya pun resmi berpisah
Anissa
memilih tinggal dengan ibunya
Ingin
menemani dan melindungi ibunya
Sempat
terselip amarah pada ayahnya
Karena
hal yang telah diperbuatnya pada ibunda
Walaupun
ia sendiri tak tahu apa inti permasalahannya
/6/
Apa benar ini semua terjadi dalam
hidupku?
Lelah
hatinya menahan pedih
Lelah
jiwanya merepis sedih
Lelah
matanya menahan tangis
Anissa
menyerah dengan keadaan
Kali
ini ia benar-benar terpuruk
Rubuhlah
dinding yang kian lama ia coba bangun
Kesedihannya
tak lagi bisa terbendung
Kegundahannya
semakin menjadi
Emosinya
meledak dalam hati
Ia
hanya bisa berlari menjauh menghindari keadaan
Hilang
arah sudah
Mengadu
pada Tuhan, berteduh dalam kehangatan keluarga Rayhan
Hanya
itu yang bisa ia lakukan untuk pelarian
Sekedar
mencari peredam emosinya
Dalam
gelap kamar
Dalam
senyapnya malam
Ia
menangis hingga seakan terasa habis air matanya
Melihat
pertengkaran orang tua yang semakin hebat terjadi di depan matanya
Menghadapi
sebuah perpisahan yang tak pernah ia bayangkan
Mengapa keluargaku seperti ini?
Emosi
Anissa semakin tak terkontrol
Ia
menjadi orang yang sedikit liar
Pergi
kemanapun ia mau
Hanya
untuk menghindarkan diri dari melihat yang tak ingin ia lihat
Anissa
merindukan keutuhan keluarganya
Ingatannya
tentang masa lalu bersama orang tuanya seakan pudar
Yang
ada di memorinya kini hanya pertengkaran yang ia lihat
Namun
ia bersyukur Rayhan masih setia disisinya
Menampung
air matanya
Mendengar
keluh kesahnya
Hingga
pada saatnya Anissa tak kuat lagi
Ia
mulai terjerumus pada hal yang salah
Hal
yang bisa saja berakibat fatal baginya dan orang lain
Ya, melakukan
hal yang membuat Rayhan memuncak amarahnya
Membuatnya
kecewa
/7/
Rayhan
mulai merasa ada yang aneh dari Anissa
Anissa
mulai menyembunyikan banyak hal dari Rayhan
Anissa
telah mempunyai seorang kekasih
Namun
ia tak ingin Rayhan mengetahuinya
Telah
banyak sudah kebohongan yang ia perbuat
Dan
akhirnya semuanya pun terbongkar
Rayhan
pun mengetahui semuanya
Yang
terjadi dibalik tingkah aneh Anissa selama ini
Anissa
terbelalak saat Rayhan mengatakan semuanya
Semua
kebohongan yang diperbuat olehnya
Menjadi
sebuah bom waktu untuknya
Bibirnya
seketika membeku
Tubuhnya
kaku
Ia
tak tahu apa yang harus diperbuatnya
Ketakutannya
datang
Saat
semua kebohongan terbongkar
Anissa
takut kehilangan Rayhan
Air
matanya kembali tumpah
Disinilah
awal pertengkaran mereka
Pertengkaran
yang begitu hebatnya
Anissa
hanya bisa menangisi kebodohannya
Tentang
kebohongan yang ia lakukan
Terhadap
seseorang yang setia menemaninya
Mereka
tak saling bicara
Tak
saling bertegur sapa
Tak
saling menyanyakan kabar
Tidak
bersama lagi
Waktu
mereka hanya habis untuk saling berselisih pendapat
Anissa
terus mencoba meminta maaf
Tapi
masih saja Rayhan merasa kecewa
/8/
Setahun
sudah pertengkaran itu berlangsung
Mereka
berdua berusaha untuk berdamai dengan emosi masing-masing
Waktu
membawa mereka bertemu kembali
Bertemu
dalam situasi yang tepat untuk berdamai
Di
saat ulang tahun Rayhan
Anissa
di undang dalam acara itu melewati orang lain
Begitu
senang hatinya menerima undangan itu
Anissa
pergi bersama temannya menghadiri acara itu
Namun
ia hanya terdiam dalam keramaian
Menatap
lamat tubuh Rayhan
Yang
asyik dalam perbincangan dengan teman-temannya
Entah darimana awalnya
Perlahan tapi pasti waktu membawa mereka
bersatu kembali
Mereka berhasil mendamaikan hati
Bertemu, berkumpul kembali dalam
lingkaran persahabatan
Indah lagi terasa hatinya
Tapi mulai terasa ada yang aneh dengan
perasaannya
Ia merasakan hal yang berbeda
Mulai tumbuh rasa kagum yang berujung
pada perasaan suka
Bunga mulai tumbuh di hatinya
Serasa berada di musim semi yang indah
Di telaahnya lagi apa sebenarnya yang
dirasakannya
Dan pasti sudah, ini cinta
Cinta yang terasa berbeda dari yang
sebelumnya
Cinta yang rasanya akan membawanya dalam
perubahan
Cinta yang benar-benar membuat hatinya terasa
penuh
Disimpannya perasaan itu selama 2 tahun
Ditutupnya rapat-rapat agar tidak
tercium keberadaanya oleh Rayhan
Tatapan mata Anissa untuknya mulai
terasa berbeda
Matanya serasa ingin terus menguntitnya
Tangannya
serasa ingin terus menggenggam menjaganya
Namun
apa daya
Di
tengah harapannya akan terjawab perasaan itu
Rayhan
memberitahu bahwa ia baru saja memiliki kekasih
Dentuman
keras terasa dalam hatinya
Merobohkan
dinding hatinya yang baru ia mulai bangun kembali
Anissa
tetap mencoba tegar dibalik kesedihan hatinya
Dengan
tulus ia tetap setia menemani Rayhan
Mendengar
keluh kesah tentang kekasihnya
Memberikan
solusi untuknya
Walaupun
begitu terasa sakit hatinya
Menahan
air mata yang siap jatuh dari pelupuk matanya
/9/
Anissa
tetap menunggu
Menunggu
perasaannya disambut ramah oleh Rayhan
Yang
tulus ingin ia berikan
Yang
tersimpan apik di salah satu sudut hatinya
Pada
akhirnya hubungan Rayhan dan kekasihnya berakhir
Entah
bagaimana cara mengekspresikan hatinya
Di
satu sisi Anissa senang karena Rayhan telah bebas
Namun
di satu sisi Anissa sedih melihat Rayhan yang hampir setiap harinya diam dalam
lamunan
Anissa
masih tetap menyembunyikan perasaannya
Ia
tetap mencoba setia disamping Rayhan
Menghiburnya,
menyemangatinya
Hingga
Rayhan benar-benar kembali bangkit dari kesedihannya
Rayhan
akhirnya bisa terlepas dari bayang-bayang wanita itu
Betapa
lega hati Anissa
Melihat
orang yang begitu di sayanginya kembali tersenyum
Kembali
tertawa riang
Kembali
bersemangat
Hari-hari
mereka lalui seperti biasa
Kebersamaan
yang indah
Hingga
suatu malam hal tak terduga terjadi
Hal
yang seumur hidup takkan pernah dilupakan Anissa
Hal
yang membuat langit malam yang berkabut itu terasa cerah
/10/
Malam
itu ungkapan perasaan meluncur dari bibir Rayhan
Dengan
menggenggam tangan Anissa
Dengan
menatap dalam matanya
Rayhan
mengungkapkan isi hatinya
Yang
ternyata selama ini juga ia simpan cukup lama
Betapa
kagetnya Anissa
Buncah
hatinya dipenuhi perasaan bahagia
Anissa
menatapnya serius
Sungguh
ini bukan main-main
Ia
bisa membaca hati Rayhan lewat matanya
Langit
malam itu jadi saksi
Saksi
pertemuan hati dua insan
Saksi
terungkapnya perasaan yang selama ini dipendam
Mereka
pun menjalin sebuah hubungan
Hubungan
yang begitu hangat
/11/
Hampir
dua bulan berjalan hubungan itu
Mulai
muncul pertengkaran di antara mereka
Hati
Anissa mulai kembali menangis
Takut
kehilangannya
Takut
jikalau Rayhan pergi meninggalkannya
Pada
akhirnya hubungan mereka berakhir
Terjadi
konflik yang cukup pelik
Perbedaan
pemikiran dan prinsip di antara mereka
Yang
membuat mereka kembali terpisah
Terpisah
dalam waktu yang cukup lama
Kembali,
entah bagaimana mereka bersatu lagi
Dalam
ikatan persahabatan yang erat
Yang
terdapat kebahagiaan di dalamnya
Yang
membuat Anissa tak merasa sendiri
Keduanya
kembali meredam emosi masing-masing
Perlahan
menata kembali apa yang harus ditata
Anissa
menyimpan rapi perasaannya dalam sebuah kotak indah dalam hatinya
Yang
ia bumbui dengan harapan
Harapan
yang takkan pernah berujung
Langit
malam ini kembali menjadi saksi bisu bagaimana hati Anissa
Harapannya
masih ia gantungkan di langit itu
Kotak
dalam hatinya masih ia jaga dengan rapi
Entah
kapan kan benar-benar terjawab harapannya
Yang
ia lakukan kini hanya mencoba bergembira dengan keadaan apapun itu
Ia
coba untuk terus bangkit
Membuka
lembar baru dibalik harapannya yang masih menggantung
Komentar
Posting Komentar