Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Ikatan Tanpa Tali

/1/ Kembali ditatapnya langit itu Dimana hanya dihiasi sebuah bulan sabit dan satu bintang disisinya Terpejamlah matanya yang sendu Mencoba menahan hati yang buncah oleh sebuah rindu Ya, 5 tahun sudah rasa itu dipendam Disimpan dalam sebuah kotak indah di salah satu sisi hati Sisi hati yang masih sama warnanya Biru oleh kenangan Sebut saja Anissa, nama yang berarti perempuan Nama yang begitu elok Terlahir dari keluarga muslim sederhana Sehari sebelum perayaan Natal bagi kaum Nasrani Terlintas di benaknya kenangan masa lalu Masa dimana bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari Saat itu ia masih duduk di bangku SMP Ketika mulai berkenalan dengan yang dinamakan cinta Ya, mereka menyebutnya cinta Siapa yang tak tahu dengan kata yang satu ini? Tak asing di telinga Setiap orang tentu pernah merasakannya Tak terasa tetes demi tetes air mengalir dari pelupuk matanya Teringat akan sosok yang terasa begitu menyatu dengan jiwanya Dimanapun A...

Teruntuk rindu yang tak juga usai

Kepada rindu yang tak jua habis dibahas. Kepada angin yang terus hembuskan nama. Kepada malam yang terus mendesak memanggil. Kepada waktu yang terus berlalu tanpa jeda. Kepada awan yang selalu mengawasi. Kepada kaki yang segera ingin pergi. Kepada tangan yang segera ingin menggenggam. Kepada tubuh yang semakin lelah. Aku ingin habiskan rindu malam ini. Aku ingin segera bertemu sang tuan rindu. Mendengar hela napas penenang. Merengkuh tubuh yang selalu muncul dalam awang. Menatap wajah penyejuk. Segera cabut duri rindu yang semakin menghujam. Hilangkanlah sesak hati yang begitu menyiksa. Jadikanlah ini usai. Teruntuk rindu yang tak juga usai.

Ketika hati ingin tapi daya tak mampu

Ketika hati ingin bersegera memenuhi sebagian iman, maka salahkah itu? Sesuatu yang mudah dan tak mahal. Love is money. Yeah, realistis. Tapi apakah rezeki tak akan mengikuti ketika sudah menjalankan sebagian iman? Dan kembali lagi, tersandung masa lalu. Jika kelam tak juga sanggup dihapus dari benak, maka kapankah angan terwujud? Banyak tinta hitam yang tertuang diatas putih. Tak adakah kesempatan untuk menjadi putih kembali seiring waktu? Jika emosi tak kunjung reda, maka harus seperti apa menyikapinya? Rasa dan ingin yang tak mampu dibendung. Hati yang terus merengek minta ditemani. Tubuh yang ingin sekali merawat. Sepucuk janji yang ingin segera dilaksanakan. Jika bisa memutar ulang waktu, aku ingin kembali ke masa itu memperbaiki segalanya. Namun jika kembali apakah akan ada seperti sekarang? Kembali lagi harus kuredakan hati yang berontak, rasa yang melunjak. Dengan jiwa terucap, "aku ingin"..