Postingan

Air Langit

Malam ini air langit basahi bumi Membawa sejuk bagi setiap makhluk yang tinggal disana Seringkali ia bawakan kisah Menghujam rasa tanpa permisi Hiruplah wanginya Maka kau akan dibawa pergi menjelajah waktu Memaksamu melihat kembali rupa dan luka Terus kau dibawa hingga habis tenaga Sentuhlah tetes demi tetes yang turun Maka kau akan dipaksa mencerna rasa Ia akan terus memaksamu memeluk sorai dan pilu Memaksamu mahir meredam ego Tenggelamlah di dalamnya Meringkuk sendu dan menyeringai Karena ia selalu punya cara terbaik Melebur rasa menjadi rela

Kisah Malam

Malam menggelayut memeluk mesra. Membawa aroma yang membuat sejuk jiwa. Bercumbu aku dengannya, mencari tenang. Merasakan dingin yang terasa hangat di jiwa. Terduduk aku disudut dunia. Sendiri menikmati segala rasa pilu. Dengan lirih angin malam suguhkan kisah lama. Membuat kelam malam jadi warna. Nada-nada syahdu di telinga jadi teman. Perlahan ajarkan kembali tersenyum. Dengan hembusan nafas panjang bibirpun mengembang. Bersama mata yang tetap terjaga bangunkan jiwa. Pilu masih membiru tapi yakin pasti sembuh. Walau tubuh mulai lelah. Lirih jiwa bergumam untuk terus bersabar. Jadi jawaban terbaik untuk segala rasa. Syahdu malam masih memeluk. Memberi energi terbaiknya. Memberi ruang paling luas untuk merebah. Dari kisah dunia yang tak usai berbentur.

Ikatan Tanpa Tali

/1/ Kembali ditatapnya langit itu Dimana hanya dihiasi sebuah bulan sabit dan satu bintang disisinya Terpejamlah matanya yang sendu Mencoba menahan hati yang buncah oleh sebuah rindu Ya, 5 tahun sudah rasa itu dipendam Disimpan dalam sebuah kotak indah di salah satu sisi hati Sisi hati yang masih sama warnanya Biru oleh kenangan Sebut saja Anissa, nama yang berarti perempuan Nama yang begitu elok Terlahir dari keluarga muslim sederhana Sehari sebelum perayaan Natal bagi kaum Nasrani Terlintas di benaknya kenangan masa lalu Masa dimana bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari Saat itu ia masih duduk di bangku SMP Ketika mulai berkenalan dengan yang dinamakan cinta Ya, mereka menyebutnya cinta Siapa yang tak tahu dengan kata yang satu ini? Tak asing di telinga Setiap orang tentu pernah merasakannya Tak terasa tetes demi tetes air mengalir dari pelupuk matanya Teringat akan sosok yang terasa begitu menyatu dengan jiwanya Dimanapun A...

Teruntuk rindu yang tak juga usai

Kepada rindu yang tak jua habis dibahas. Kepada angin yang terus hembuskan nama. Kepada malam yang terus mendesak memanggil. Kepada waktu yang terus berlalu tanpa jeda. Kepada awan yang selalu mengawasi. Kepada kaki yang segera ingin pergi. Kepada tangan yang segera ingin menggenggam. Kepada tubuh yang semakin lelah. Aku ingin habiskan rindu malam ini. Aku ingin segera bertemu sang tuan rindu. Mendengar hela napas penenang. Merengkuh tubuh yang selalu muncul dalam awang. Menatap wajah penyejuk. Segera cabut duri rindu yang semakin menghujam. Hilangkanlah sesak hati yang begitu menyiksa. Jadikanlah ini usai. Teruntuk rindu yang tak juga usai.

Ketika hati ingin tapi daya tak mampu

Ketika hati ingin bersegera memenuhi sebagian iman, maka salahkah itu? Sesuatu yang mudah dan tak mahal. Love is money. Yeah, realistis. Tapi apakah rezeki tak akan mengikuti ketika sudah menjalankan sebagian iman? Dan kembali lagi, tersandung masa lalu. Jika kelam tak juga sanggup dihapus dari benak, maka kapankah angan terwujud? Banyak tinta hitam yang tertuang diatas putih. Tak adakah kesempatan untuk menjadi putih kembali seiring waktu? Jika emosi tak kunjung reda, maka harus seperti apa menyikapinya? Rasa dan ingin yang tak mampu dibendung. Hati yang terus merengek minta ditemani. Tubuh yang ingin sekali merawat. Sepucuk janji yang ingin segera dilaksanakan. Jika bisa memutar ulang waktu, aku ingin kembali ke masa itu memperbaiki segalanya. Namun jika kembali apakah akan ada seperti sekarang? Kembali lagi harus kuredakan hati yang berontak, rasa yang melunjak. Dengan jiwa terucap, "aku ingin"..

Pergantian Tahun

Malam pergantian tahun.  Lihatlah semua orang sibuk mempersiapkannya. Entah apa yang dipersiapkan. Banyak cara yang dilakukan untuk menyambutnya. Berkumpul bersama keluarga,teman atau kerabat. Begitupun aku yang mencoba menikmatinya tanpa kamu disisi.  Malam ini aku berkumpul bersama mereka yang ku sebut teman lama. Bahkan ada yang baru ku kenal. Lihatlah,aku tertawa bersama mereka,bercanda. Namun apa kau tahu? Canda itu terasa kosong. Ya, candaku malam ini ingin ku persembahkan untukmu. Tapi, hei, jarak, apa dayaku?  Kami terpisah beribu kilometer. Ah, betapa menyebalkan. Harus ku tahan lagi rindu untuk momen seperti ini.  Hei, apa kau disana juga merasakan kekosongan? Ah, aku hanya menerka.  Malam ini aku duduk diatas tembok pagar menatap ujung jalan yang lengang. Lihatlah, tumbuhan dan langit masih saja mencoba menggoda, menghiburku, berkata bahwa kau juga sedang bahagia jadi aku pun harus bahagia. Namun, alam bawah sadarku terus mewujudkan hadirmu d...